Tugas 4 Percabangan

Tugas C++

Script program dari soal di atas sebagai berikut :

Berikut hasil program yang telah saya buat :

hsl4

Thanks for visiting Bsite

 

Iklan

Sejarah dan Perkembangan Bahasa C dan Code::Block

Sejarah Singkat Bahasa C++

c1

Bahasa C atau C++ merupakan pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun  1970. Program C pertama kali ditulis oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie pada tahun 1972 yang pada awalnya dioperasikan diatas sistem operasi UNIX. Bahasa C adalah bahasa pemograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tingkat rendah dan tinkat tinggi yang biasa disebut Assambly.
Bahasa C mempunyai banyak kemampuan yang sering digunakan diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya Word Star, dBASE dan lain-lain. Pada tahun 1980 seorang ahli yang bernama Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++.
Sebagian besar bahasa pemograman digolongkan sebagai bahasa tingkat tinggi, namun hanya bahasa C atau C++ yang digolongkan dengan bahasa tingkat menengah dan Assambly.
Yang membedakan antara bahasa C atau C++ adalah pada library input-outputnya dimana bahasa C hanya menggunakan fungsi stdio, sedangkan C++ menggunakan fungsi stdio dan iostream. Dapat diartikan juga bahasa C++ adalah bahasa C yang telah disempurnakan, sehingga seseorang yang menguasai bahasa C++, otomatis dia juga mengerti bahasa C.

Pengertian C++

C++ adalah sebuah bahasa pemrograman yang memiliki banyak dialek, seperti bahasa orang yang banyak memiliki dialek. Dalam C++, dialek bukan disebabkan oleh karena si pembicara berasal dari Jepang atau Indonesia, melainkan karena bahasa ini memiliki beberapa kompiler yang berbeda. Ada empat kompiler umum yaitu : C++ Borland, C++ Microsoft Visual, C/386 Watcom, dan DJGPP. Anda dapat mendownload DJGPP atau mungkin saja anda telah memiliki kompiler lain.

Setiap kompiler ini agak berbeda. Setiap kompiler akan dapat menjalankan fungsi fungsi standar C++ ANSI/ISO, tetapi masing masing kompiler juga akan dapat menjalankan fungsi fungsi nonstandard (fungsi fungsi ini, agak mirip dengan ucapan yang tidak standar yang diucapkan orang diberbagai pelosok negeri. Sebagai contoh, di New Orleans kata median disebut neutral ground). Kadang kadang pemakaian fungsi nonstandard akan menimbulkan masalah pada saat anda hendak mengkompilasi kode sumber data (source code) (yaitu program berbahasa C++ yang ditulis oleh seorang programer) mempergunakan kompiler yang berbeda. Tutorial ini tidak terlepas dari masalah seperti itu.

Bila anda belum mempunyai sebuah kompiler, disarankan agar anda segera memiliki sebuah kompiler. Sebuah kompiler sederhana sudah cukup untuk dipergunakan oleh anda dalam mengikuti tutorial ini.

Bahasa pemrograman C++ adalah bahasa yang amat berbeda. Untuk kompiler C++ berbasis DOS, akan memerlukan beberapa kata kunci (keywords); keyword sendiri tidak cukup untuk difungsikan sebagai input dan output. Walau hampir semua fungsi dalam file library tampaknya bias diakses oleh header filenya.

Perkembangan Bahasa C

c.jpg

Bahasa C merupakan pengembangan dari bahasa B yang ditulis oleh Ken Thompson pada tahun 1970. Bahasa C untuk pertama kali ditulis oleh Brian W. Kernighan dan Denies M. Ricthie pada tahun 1972. Bahasa C, pada awalnya dioperasikan diatas sistem operasi UNIX.

Bahasa C adalah merupakan bahasa pemrograman tingkat menengah yaitu diantara bahasa tinggat rendah dan tingkat tinggi yang biasa disebut dengan Bahasa Tingkat Tinggi dengan Perintah Assambly. Bahasa C mempunyai  banyak  kemampuan  yang  sering  digunakan  diantaranya kemampuan untuk membuat perangkat lunak, misalnya dBASE, Word Star dan  lain-lain.  Pada  tahun1980  seorang  ahli  yang  bernama  Bjarne Stroustrup mengembangkan beberapa hal dari bahasa C yang dinamakan “C with Classes” yang berganti nama pada tahun 1983 menjadi C++. Penambahan  yang  terdapat  pada  C++  ini  adalah  Object  Oriented Programming(OOP),  yang  mempunyai  tujuan  utamanya  adalah membantu membuat dan mengelola program yang besar dan kompleks.

Contoh Program :

Menampilkan Output

Screenshot (12)

Sumber : https://nikadekritapemrograman.blogspot.co.id/
https://belajarprogramonline.wordpress.com/2010/10/14/perkembangan-bahasa-c/

 

Yang Terjadi Bila Pintu Pesawat Dibuka Saat Sedang Terbang

Awal bulan ini, seorang pramugari Delta Air Lines memukul kepala penumpang dengan botol. Tindakan dilakukan karena si penumpang berusaha membuka pintu darurat saat pesawat masih terbang.

Beberapa hari kemudian, seorang penumpang Air Asia mencoba membuka pintu darurat sesaat sebelum mendarat di India. Beruntung tindakannya itu berhasil digagalkan kru kabin pesawat.

Kejadian-kejadian itu memunculkan pertanyaan yang mungkin selama ini tak terpikirkan: apakah yang terjadi jika pintu pesawat terbuka?

Menurut laporan IFL Science, pilot maskapai penerbangan Patrick Smith mengatakan, jika penumpang membuka jendela atau pintu pesawat, saat pesawat masih dalam penerbangan maka akan terjadi penurunan tekanan udara yang sangat cepat.

Sumber :https://www.dream.co.id/news/apa-yang-terjadi-saat-penerbangan-pintu-pesawat-terbuka-170808w.html

Distribusi Frekuensi

1. Pengertian Distribusi Frekuensi

merupakan suatu uraian atau ringkasan yang dapat dibuat dalam bentuk tabel suatu kelompok data yang menunjukkan sebaran data observasi dalam beberapa kelas. Sehingga ada dapat membentuk suatu tabel frekuensi yang berisikan kategori-kategori tersebut.

Misalnya anda ingin membuat tabel frekuensi nilai matapelajaran statistika pada kelas anda, dengan rentang nilai tertentu. Anda membuat tabelnya seperti berikut :

Nilai Frekuensi
0-50 8
51-100 22
Total 30

Tabel diatas merupakan contoh sederhana tabel frekuensi dalam kehidupan seharihari.Dalam tabel tersebut dapat kita lihat bahwa ada siswa yang mendapatkan nilai antara 0-50, dan ada siswa yang mendapatkan nilai diatas 50, itulah yang dimaksud dengan sebaran data (distribusi).

Dalam aplikasinya anda dapat menambahkan frekuensi kumulatif dan frekuensi relatif pada tabel distribusi frekuensi anda (akan dijelaskan pada tabel dibawah).

Sampai disini, yang penting anda sudah paham dulu apa itu distribusi frekuensi, apa itu tabel frekuensi.

2. Komponen Distribusi Frekuensi

Di dalam distribusi frekuensi anda perlu tau beberapa hal, seperti kelas, batas kelas dan interval kelas.

  • Kelas Frekuensi

Kelas yang dimaksud adalah kelopok yang ditentukan dengan perhitungan tertentu sehingga antar kelas memiliki aturan dan karakter yang sama.

  • Batas Kelas Distribusi Frekuensi

Batas kelas merupakan nilai yang berada pada tepi bawah atau tepi atas suatu kelompok (kelas). Dengan demikian batas kelas terdiri dari batas atas dan batas bawah.

– Interval Kelas

Interval kelas menunjukkan seberapa lebar suatu kelas pada tabel distribusi frekuensi. misalnya sebuah kelas yang terbentuk 1-5 (maka panjang intervalnya adalah 5).

3. Tahapan Membuat Tabel Distribusi Frekuensi

Tahapan-tahapan yang perlu anda lakukan untuk membuat tabel distribusi frekuensi adalah sebagai berikut :

  1. Membuat rentang atau selisih nilai terbesar dan terkecil.
  2. Membuat jumlah kelas yang dapat diberi lambang k dengan menggunakan rumus berikut :

k = 1 + 3.322 log n, n : menunjukkan banyaknya nilai observasi.

  1. Selanjutnya anda tentukan jumlah interval kelas yang diberi lambang (c), dengan rumus :

Keterangan komponen :

k    :    Banyaknya kelas

Xn    :    Nilai observasi terbesar

X1    :    Nilai observasi terkecil.

  • Tahap terakhir adalah menentukan batas kelas (tepi bawah dan tepi atas)

Batas bawah kelas (tepi bawah) menunjukkan kisaran nilai data terkecil pada suatu kelas (kelompok). Sedangkan batas atas kelas menunjukkan kemungkinan nilai data terbesar dalam suatu kelas (kelompok).

Sebagai contoh :

Dalam sebuah kelas bahasa inggiris diperoleh nilai dari 40 siswa sebagai berikut:

50 53 74 73
75 76 58 67
74 74 73 72
72 73 73 72
79 71 70 75
78 52 74 74
75 74 72 74
75 74 72 68
79 71 79 69
71 70 70 79

Dari data tersebut ingin bibuat sebuah tabel frekuensi untuk menyajikan data sebaran nilai dari ke 40 siswa saat ujian bahasa Inggris.

maka;

n =40

k=1+3.322n

k=6.322 ~ 6

c = (79-50)6=4.8~5

Kelas Frekuensi Tepi Bawah Tepi Atas
50-54 3 49,5 54,5
55-59 1 54,5 59,5
60-64 0 59,5 64,5
65-69 3 64,5 69,5
70-74 23 69,5 74,5
75-79 10 74,5 79,5

Dalam menampilkan data memang terkadang membuat pembaca sulit memahami maksud yang ingin kita sampaikan, termasuk dalam menyajikan data tabel distribusi frekuensi.

Faktanya, pembaca lebih senang melihat tampilan berupa grafik daripada tabel. Agar data yang anda tampilkan mudah dipahami oleh pembaca, sebaiknya anda juga menampilkan data secara lengkap. Sertakan juga tabel distribusi frekuensi relatif dan tabel distribusi frekuensi kumulatifnya, dan sertakan grafik (histogram) yang enak dilihat.

a. Tabel Distribusi Frekuensi Relatif dan Kumulatif

Untuk membentuk tabel frekuensi, anda dapat menggunakana persamaan yang terdapat di dalam tabel berikut :

X F Fr Fk* Fk**
(1) (2) (3) (4) (5)
X1

X2

Xi

Xk

f1

f2

fi

fk

f1/n

f2/n

fi/n

fk/n

f1

f1 + f2

f1 + f2 + … + fi

f1 + f2 + … + fi + … + fk

f1 + f2 + … + fi + … + fk f2 + … + fi + … + fk

f1 + fk

fk

Jumlah

*Sama atau kurang dari

**Sama atau lebih dari

X = Observasi

F = Frekuensi

Fr = Frekuensi Relatif

Fk= Frekuensi Kumulatif

Grafik dalam distribusi frekuensi sering digambarkan dalam bentuk histogram atau grafik batangan (bar chart) dan frekuensi poligon.

b. Perhitungan Distribusi Frekuensi Pada Data Berkelompok

Perhitungan distribusi frekuensi untuk data berkelompok dapat dicari berdasarkan ukuran pemusatannya, ukuran letaknya, dan ukuran variansinya.

Ukuran Pemusatan

Jenis Ukuran Data Yang diperlukan Rumus Keterangan
Rata-Rata Hitung Titik data dan frekuensinya.   Xi     :  Data

fi    :  Frekuensi data

Rata-Rata Ukur Nilai titik tengah dan frekuensinya.   Xi   :  Nilai tengah

fi    :  Frekuensi data

Modus Tepi batas kelas, interval kelas, frekuensi masing-masing kelas.   o  Tb   : Tepi bawah kelas modus

o  d1   : Frekuensi kelas modus – frekuensi kelas sebelumnya.

o  d2   : Frekuensi kelas modus – frekuensi kelas sesudahnya.

o  C     : Interval kelas

c. Ukuran Letak

Jenis Ukuran Data Yang diperlukan Rumus Keterangan
Median (Med) Tepi batas kelas, interval kelas, frekuensi kumulatif, frekuensi masing-masing kelas. o  tb   :  Tepi bawah kelas  yang memuat median

o  c     : Interval kelas.

o  fk    : Frekuensi kumulatif sebelum kelas yang memuat median.

o  f     : Frekuansi yang memuat median

Kuartil (Qi) Tepi batas kelas, frekuensi kumulatif, frekuensi masing-masing kelas, panjang interval kelas. * Letaknya :

Qi  =  [i / 4] x n,

dimana i =  1, 2, 3.

* Nilai / besarnya :

o  tb  :  Tepi bawah keas Qi.

o  fki  :  Frekuensi kumulatif    sebelum kelas Qi.

o  fi    :  Frekuensi kelas Qi.

o  n    :  Banyaknya data.

Desil

(Di)

Tepi batas kelas, frekuensi kumulatif, frekuensi masing-masing kelas, panjang interval kelas. Letaknya :

Di  =  [i / 10] x n,

dimana i =  1, 2, 3, … , 9.

Nilai / besarnya :

o  tb  :  Tepi bawah keas Di.

o  fki  :  Frekuensi kumulatif    sebelum kelas Di.

o  fi    :  Frekuensi kelas Di.

o  n    :  Banyaknya data.

Persentil

(Pi)

Tepi batas kelas, frekuensi kumulatif, frekuensi masing-masing kelas, panjang interval kelas. Letaknya :

Pi  =  [i / 100] x n,

dimana i =  1, 2, 3, … , 99.

Nilai / besarnya :

tb  :  Tepi bawah keas Di.

fki  :  Frekuensi kumulatif    sebelum kelas Di.

fi    :  Frekuensi kelas Di.

n    :  Banyaknya data.

d. Ukuran Variansi

Jenis Ukuran Data Yang diperlukan Rumus Keterangan
Variansi Data dan frekuensi masing-masing kelas, rata-rata data.   n    :   Sƒi

Xi   :   Data ke-i.

:   Rata-rata data.

ƒi    :   Frekuensi data ke-i.

Simpangan Baku Data dan frekuensi masing-masing kelas, rata-rata data.   S2   : Varinsi
Simpangan Rata-Rata Data dan frekuensi masing-masing kelas, rata-rata data.   Xi   :   Data ke-i.

:   Rata-rata data.

ƒi    :   Frekuensi data ke-i.

Simpangan Kuartil Interval kelas, frekuensi masing-masing kelas, tepi batas kelas, dan frekuensi kumulatif. , dimana :

dan

 f1   :   frekuensi yang memuat Q1.

f3   :   frekuensi yang memuat Q3.

fk1 :   frekuensi kumulatif sebelum kelas Q1

fk3 :   frekuensi kumulatif sebelum kelas Q3.

Skewness (Kemiringan) Data dan frekuensi masing-masing kelas, rata-rata data.   S: Simpangan baku.
Kurtosis (Keruncingan) Data dan frekuensi masing-masing kelas, rata-rata data.   S: Simpangan baku.

 

4. Menampilkan Tabel Distribusi Frekuensi Pada Aplikasi SPSS 10.0

    Langkah-langkah pengolahan data dengan Software SPSS 10.0 :

  • Membuka layar kerja.
  • Membuat variabel.
  • Mengisi data.
  • Klik Analyze, pilih Descriptive Statistics, kemudian frequencies.

Kotak Dialog Frekuensi

Gambar 4.1 Kotak Dialog Frequencies

Pengisian :

  • Variabel = variabel yang akan diuji, dimasukkan dengan mengklik tanda ►
  • Klik statistic
  • Tampak dilayar :

dialog_statistic

Gambar 4.2 Kotak Dialog Statistic

Pilih : Percentiles values, Dispersion, Central Tendency (Mean dan Median), Distribution (Skewness dan Kurtosis).

  • Klik Charts, maka tampak dilayar :

dialog_chart.png

Gambar 4.3 Kotak Dialog Chart

  • Klik Format, maka tampak dilayar :

dialog_format.png

Gambar 4.4 Kotak Dialog Format

Jika anda ingin menampilkan dari urutan terkeci pilih ascending Values (Data disusun dari terkecil ke terbesar).

Reference : https://statmat.id/distribusi-frekuensi/

Penyajian Data Tabel & Grafik

1. Pengertian Penyajian Data

Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitian yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Data yang disajikan harus sederhanaan jelas agar mudah dibaca. Penyajian data juga dimaksudkan agar para pengamat dapat dengan mudah memahami apa yang kita ajikan untuk selanjutnya dilakukan penilaian atau perbandingan dan lain-lain.

 

Pada umumnya, penyajian data dapat dibuat dalam bentuk tabel, grafik, ataupun diagram. Namun, kali ini saya hanya membahas mengenai penyajian data dalam bentuk tabel dan grafik. Kedua cara penyajian data ini saling berkaitan, karena pada dasarnya sebelum dibuat grafik terlebih dahulu harus dibuat tabelnya. Penyajian data dengan grafik merupakan penyajian data yang lebih komunikatif karena dalam waktu yang singkat seseorang akan dapat dengan mudah memperoleh gambaran dan kesimpulan suatu keadaan.

 

2. Penyajian Data Tabel

Pada dasarnya ada banyak cara untuk menyajikan data sehingga ia dapat dipahami dan digunakan secara tepat oleh pengolah data. Namun untuk menghasilkan gambaran data yang komunikatif, dibutuhkan penyajian yang sesuai kebutuhan. Dalam hal ini, penyajian data dalam bentuk tabel bertujuan untuk memberikan informasi dan gambaran mengenai  jumlah secara terperinci sehingga memudahkan pengolah data dalam menganalisis data. Macam-macam penyajian data dalam bentuk tabel antara lain:

 

a. Tabel Baris Kolom

Tabel yang lebih tepat disebut tabel baris kolom ini adalah tabel-tabel yang dibuat selain dari tabel kontingensi dan distribusi frekuensi yaitu tabel yang terdiri dari  baris dan kolom yang mempunyai ciri tidak terdiri dari faktor-faktor yang terdiri dari beberapa kategori dan bukan merupakan data kuantitatif yang dibuat menjadi  beberapa kelompok.

Contoh :

Tabel Baris.PNG

Gambar 2.1 Bentuk Tabel Baris

b. Tabel Kontingensi

Tabel kontingensi merupakan bagian dari tabel baris kolom, akan tetapi tabel ini mempunyai ciri khusus, yaitu untuk menyajikan data yang terdiri atas dua faktor atau dua variabel, faktor yang satu terdiri atas “b” kategori dan lainnya terdiri atas “k” kategori. Dapat dibuat daftar kontingensi berukuran b x k dengan “b” menyatakan baris dan “k” menyatakan kolom.

Contoh : Banyak Murid Sekolah di Jakarta Menurut Tingkat Sekolah dan Jenis Kelamin

Tabel Kontingensi.PNG

Gambar 2.2 Bentuk Tabel Kontingensi

c. Tabel Silang

Data hasil penelitian yang berupa perhitungan frekuensi pemunculan data juga dapat disajikan ke dalam bentuk tabel silang. Tabel silang dapat hanya terdiri dari satu variabel tetapi dapat juga terdiri dari dua variabel. Tergantung pertanyaan atau keadaan yang ingin dideskripsikan. Dengan demikian, pemilihan penyajian data ke dalam tabel silang satu atau dua variabel akan tergantung dari data yang diperoleh. Tabel silang satu variabel digunakan untuk menggambarkan data dengan menampilkan satu karakteristiknya saja, misalnya jumlah keseluruhan. Sementara tabel silang dua variabel digunakan untuk menggambarkan data dengan menampilkan dua karakteristiknya. Misalnya jumlah keseluruhan dan  jumlah per gender.

Contoh 1 : Dalam suatu penelitian angket pada 34 siswa kelas XI.S tentang mata pelajaran IPS yang disukai, diperoleh hasil data sebagai berikut:

Tabel Silang

Gambar 2.3 Bentuk Tabel Silang Satu Variabel

Contoh 2 : Tabel Silang dua variabel

Gambar 2.4 Bentuk Tabel Grafik Dua Variabel

 

3. Penyajian Data Grafik

Selain dapat disajikan ke dalam bentuk tabel di atas, data-data angka juga dapat disajikan ke dalam bentuk grafik frekuensi. Pembuatan grafik frekuensi pada merupakan kelanjutan dari  pembuatan tabel distribusi frekuensi karena pembuatan grafik didasarkan pada tabel distribusi frekuensi. Penyajian data angka ke dalam grafik biasanya dipandang lebih menarik karena data-data itu tersaji dalam bentuk visual. Gambar grafik frekuensi yang banyak dipergunakan dalam metode statistik adalah histogram, polygon, kurve dan garis. Pada blog kali ini saya akan memberikan contoh bentuk Grafik Garis dan Grafik Histogram/Batang.
a. Grafik Garis
Grafik garis adalah grafik yang penyajian datanya mengunakan garis atau kurva. Grafik Garis dibuat biasanya untuk menunjukkan perkembangan suatu keadaan. Perkembangan tersebut bisa naik dan bisa turun. Hal ini akan nampak secara visual melalui garis dalam grafik. Didalam grafik terdapat garis vertical yang menunjukkan jumlah dan yang mendatar menunjukkan variabel tertentu yang ditunjukkan pada gambar dibawah, yang perlu diperhatikan dalam membuat grafik adalah ketepatan membuat skala pada garis vertical yang akan mencerminkan keadaan jumlah hasil observasi.
Contoh :

Grafik Garis

Gambar 3.1 Bentuk Grafik Garis

b. Grafik Histogram/Batang

Histogram merupakan grafik dari distribusi frekuensi suatu variabel. Tampilan histogram berupa persegi panjang. Sebagai sumbu horizontal boleh memakai tepi-tepi kelas, batas-batas kelas atau nilai variabel yang diobservasi, sedang sumbu vertical menunjukkan frekuensi. Untuk distribusi bergolong atau berkelompok yang menjadi absis adalah nilai tengah dari masing-masing kelas.

Contoh :

Histogram.PNG

Gambar 3.2 Bentuk Grafik Histogram/Batang

Sumber :

http://www.academia.edu/9325441/Pengertian_Penyajian_Data

Pengenalan Statistika

Statistika adalah suatu metode yang digunakan dalam pengumpulan dan analisis data dapat diperoleh informasi yang bermamfaat. Statistika menyedikan prinsip dan metodoloi untuk merancang proses pengumpulan data , meringkas dan menyajikan data yang telah diperoleh , menganalisis dan pengambilan keputusan secara ringkas. Secara ringkas pengertian statistika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan pengumpulan angka-angka , pengolahan , dan penganalisisan , penarikan kesimpulan , serta pembuatan keputusan berdasarkan data dan fakta yang sudah dianalisis.

Penggunaan istilah statistika berakar dari istilah istilah dalam bahasa latin modern statisticum collegium (“dewan negara”) dan bahasa Italia statista (“negarawan” atau “politikus”).
Gottfried Achenwall (1749) menggunakan Statistik dalam bahasa Jerman untuk pertama kalinya sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai “ilmu tentang negara (state)”. Pada awal abad ke-19 telah terjadi pergeseran arti menjadi “ilmu mengenai pengumpulan dan klasifikasi data”. Sir John Sinclair memperkenalkan nama (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggris. Jadi, statistika secara prinsip mula-mula hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberi informasi kependudukan yang berubah setiap saat.
Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang. Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah, statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher (peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linear), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (atau biostatistika), dan psikometrika.
Meskipun ada pihak yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi sebagian pihak lainnya menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.

Perbedaan statistik dan statistika

Definisi Statistik
Statistik adalah kumpulan data yang bisa memberikan gambaran tentang suatu keadaan

Definisi Statistika
Statistika adalah ilmu yang mempelajari statistik, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data, membuat kesimpulan dari hasil analisis data dan mengambil keputusan berdasarkan hasil kesimpulan.

Pembagian Statistika

  1. Statistika Deskriptif
    Statistika deskriptif adalah statistika yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data
    2. Statistika Induktif (Inferens)
    Statistika inferens adalah statistika yang mempelajari bagaimana caranya mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data, membuat kesimpulan dan mengambil keputusan
    Kegunaan dan Fungsi Statistik

Fungsi Statistik

Secara singkat dapat dikemukakan bahwa Statistik sebagai ilmu pengetahuan pada dasarnya berfungsi sebagai ALAT BANTU. Misalnya: (a) Sebagai alat bantu untuk meringkas laporan, baik laporan administratip maupun laporan hasil penelitian ilmiah, yang berupa atau terdiri dari angka-angka atau bilangan-bilangan; (b) Sebagai alat bantu di dalam menyusun perencanaan, terutama perencanaan yang memerlukan bahan-bahan keterangan yang berupa angka-angka; (c) Sebagai alat bantu di dalam mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap suatu gejala, peristiwa atau keadaan, dan lain sebagainya.

Kegunaan Statistik

Di antara kegunaan Statistik sebagai ilmu pengetahuan adalah:
(a) Untuk menggambarkan keadaan, baik secara umum amupun secara khusus;
(b) Untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan (pasang-surut) dari waktu ke waktu;
(c) Untuk mengetahui permandingan (membandingkan) antara gejala yang satu dengan gejala yang lain;
(d) Untuk menilai keadaan dengan jalan menguji perbedaan antara gejala yang satu dengan gejala yang lain;
(e) Untuk menilai keadaan dengan jalan mencari hubungan antara gejala yang satu dengan gejala yang lain;
(f) Untuk menjadi dasar atau pedoman, baik di dalam menarik kesimpulan, mengambil keputusan, serta memperkirakan terjadinya sesuatu hal atas dasar bahan-bahan keterangan (data) yang telah berhasil dihimpun, dan lain sebagainya.

Sigma

Hasil gambar untuk simbol sigma

Sigma (huruf besar: Σ, huruf kecil: σ, huruf kecil pada akhir perkataan: ς) adalah huruf ke-18 dalam susunan alfabet Yunani. Dalam sistem angka Yunani, huruf ini mempunyai nilai 200.

Dalam bidang keilmuan, simbol huruf besar sigma, Σ digunakan sebagai lambang:

 

Sumber :

https://citradevi21.wordpress.com/tentang-statistika/apa-itu-statistika/

https://id.wikipedia.org/wiki/Sigma